Laman

my blog...


I made this widget at MyFlashFetish.com.

Sabtu, 12 Februari 2011

Hanya aku...

             Kesibukan dengan kuliyyah tidak memberi ruang untuk adah mengarang dalam blog...jadual yang padat..masa yang penuh...kuliyyah..kuliyyah dan kuliyyah..makan pun tak de masa..hanya semata berhenti solat...hu...satu ujian dan dugaan sebagai anak pejuang dalam menuntut ilmu..

Kedudukan orang yang berilmu sehingga Rasulullah meriwayatkan dalam sebuah hadist :
      “Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu maka Allah mudahkan jalannya menuju syurga. Sesungguhnya malaikat akan membuka sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air. Sesungguhnya keutamaan orang alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan di atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar, tidak juga dirham, Yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa yangmengambil ilmu itu, maka sungguh, ia telah mendapatkan bagian yang paling banyak.. (Hadist Shahih, diriwayatkan oleh ahmad, abu Dawud, attirmidzi, Ibnu Majjah dan Ibnu Hibban)
         
        Walaupun penat, letih, layu ketika pulang..semangat mau kan ilmu itu tidak pernah pudar..result final smester 7 alhamdulillah...segalanya mantap..dan ia adalah permulaan yang bagus untuk pelajar yang belajar diluar negara,,dengan suasana yang baru..segalanya baru...jd natijah dr result final ni membakar lagi semangatku untuk terus giat dalam mengecapi kejayaan.

         Pernah tak kita fikir adab-adab tika menuntut ilmu?...ha..meh adah nk kongsi dengan teman2 ya :
1.   Ikhlas karena Allah. 
      Sabda Rasulullah : "Barangsiapa yang menuntut ilmu yang pelajari hanya karena Allah I sedang ia tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan mata-benda dunia, ia tidak akan mendapatkan bau sorga pada hari kiamat".( HR: Ahmad, Abu,Daud dan Ibnu Majah
 
2.Untuk menghilangkan kebodohan dari dirinya dan orang lain
Semua manusia pada mulanya adalah bodoh. Kita berniat untuk menghilangkan kebodohan dari diri kita, setelah kita menjadi orang yang memiliki ilmu kita harus mengajarkannya kepada orang lain untuk menghilang kebodohan dari diri mereka, dan tentu saja mengajarkan kepada orang lain itu dengan berbagai cara agar orang lain dapat mengambil faidah dari ilmu kita.

        Rasulullah e bersabda : 
"Sampaikanlah dariku walupun cuma satu ayat (HR: Bukhari)

Imam Ahmad berkata: Ilmu itu tidak ada bandingannya apabila niatnya benar. Para muridnya bertanya: Bagaimanakah yang demikian itu? Beliau menjawab: ia berniat menghilangkan kebodohan dari dirinya dan dari orang lain.

3. Berniat dalam menuntut ilmu untuk membela syari'at

4. Lapang dada dalam menerima perbedaan pendapat
Apabila ada perbedaan pendapat, hendaknya penuntut ilmu menerima perbedaan itu dengan lapang dada selama perbedaan itu pada persoalaan ijtihad,

5. Mengamalkan ilmu yang telah didapatkan
Termasuk adab yang tepenting bagi para penuntut ilmu adalah mengamalkan ilmu yang telah diperoleh, karena amal adalah buah dari ilmu, baik itu aqidah, ibadah, akhlak maupun muamalah. Karena orang yang telah memiliki ilmu adalah seperti orang memiliki senjata. Ilmu atau senjata (pedang) tidak akan ada gunanya kecuali diamalkan (digunakan).

6. Menghormati para ulama dan memuliakan mereka
Penuntut ilmu harus selalu lapang dada dalam menerima perbedaan pendapat yang terjadi di kalangan ulama. Jangan sampai ia mengumpat atau mencela ulama yang kebetulan keliru di dalam memutuskan suatu masalah. Mengumpat orang biasa saja sudah termasuk dosa besar apalagi kalau orang itu adalah seorang ulama.

7. Mencari kebenaran dan sabar
Termasuk adab yang paling penting bagi kita sebagai seorang penuntut ilmu adalah mencari kebenaran dari ilmu yang telah didapatkan. Mencari kebenaran dari berita berita yang sampai kepada kita yang menjadi sumber hukum. Ketika sampai kepada kita sebuah hadits misalnya, kita harus meneliti lebih dahulu tentang keshahihan hadits tersebut. Kalau sudah kita temukan bukti bahwa hadits itu adalah shahih, kita berusaha lagi mencari makna (pengertian ) dari hadits tersebut.

         Adah selalu lihat buku atau apa jua Ilmu diletakkan di kaki..Masyallah..mana lah nk lekat tau berkat Ilmu tu kalau letakkan kat kaki..adakah Ilmu kita setaraf dengan kaki?..mana nilai Ilmu yang kita pelajari?..kadang2 kita tak sedar,buku kita bawak ke tandas…hmm..fikir2 la wahai teman…jika mau hidup yang berkat..Ilmu harus dijaga dengan baik…Wallahua’lam